5S vs 5R di Laboratorium: Bedanya Apa dan Kapan Dipakai
Kalau kamu pernah ikut program kerapian tempat kerja, kamu mungkin pernah dengar dua istilah ini: 5S dan 5R. Di satu tempat orang menyebut 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Di tempat lain orang menyebut 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Lalu pertanyaan yang sering muncul di laboratorium: ini sama atau beda? Mana yang harus dipakai?
Jawaban singkatnya: konsepnya sama, perbedaannya ada di penamaan, budaya, dan cara penyampaian. Tapi di lab, cara kamu memilih istilah bisa memengaruhi penerimaan tim, konsistensi standar, dan komunikasi saat audit internal.
Di artikel ini, saya jelaskan 5S vs 5R di laboratorium secara jelas, tanpa teori berbelit: bedanya apa, kapan sebaiknya pakai istilah 5S atau 5R, contoh penerapannya di lab, serta risiko yang harus dihindari supaya programnya tidak berhenti jadi slogan.
👉 Ringkasan Singkat:
- 5S adalah metode dari Jepang: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke.
- 5R adalah padanan istilah Indonesia: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin.
- Di lab, pilih istilah yang paling mudah dipahami tim, tapi jaga isi programnya tetap sama: sistem + standar + audit.
- 5S/5R efektif jika dibuat praktis: zona jelas, label konsisten, checklist ringkas, tindak lanjut rutin.
Apa Itu 5S vs 5R di laboratorium?
5S vs 5R di laboratorium adalah perbandingan dua istilah untuk metode yang pada dasarnya sama: menata tempat kerja agar ringkas, rapi, bersih, standar, dan disiplin.
5S berasal dari istilah Jepang:
- Seiri (pilah)
- Seiton (tata)
- Seiso (bersih)
- Seiketsu (standarkan)
- Shitsuke (disiplin)
Sementara 5R adalah adaptasi dalam bahasa Indonesia:
- Ringkas
- Rapi
- Resik
- Rawat
- Rajin
Di lapangan, orang sering menganggap 5R “versi Indonesia” dari 5S. Dan itu benar dalam banyak konteks—selama maknanya dijaga konsisten, bukan sekadar ganti nama.
Manfaat / Fungsi / Alasan
- Membuat lab lebih efisien – waktu mencari alat, reagen, sampel, dan dokumen berkurang.
- Mengurangi risiko salah simpan & salah ambil – terutama pada reagen, sampel, dan consumables yang mirip.
- Mendukung kebersihan dan keselamatan kerja – tumpahan dan bahaya lebih cepat terlihat.
- Meningkatkan konsistensi – standar visual dan audit rutin membuat kondisi stabil, bukan musiman.
Terlepas kamu memilih istilah 5S atau 5R, manfaatnya akan sama kalau implementasinya benar dan konsisten.
Pengalaman / Studi Kasus / Sudut Pandang Pribadi
Saya sering melihat program yang bagus secara konsep, tapi gagal di komunikasi. Misalnya: manajemen memakai istilah 5S lengkap (Seiri–Shitsuke), sementara tim operasional lebih nyaman dengan istilah yang “membumi” seperti Ringkas dan Rapi. Akhirnya bukan programnya yang salah, tapi tim jadi merasa 5S itu “bahasa pelatihan” yang jauh dari kerja harian.
Saya juga pernah melihat kebalikannya: lab memakai 5R, tapi ketika butuh standarisasi dan audit, orang bingung menyusun standar karena konsep Seiketsu–Shitsuke tidak dijelaskan dengan jelas. Jadinya 5R berhenti di “rapi dan bersih”, tanpa sustain.
Dari situ saya menyimpulkan: pilih istilah boleh beda, tapi struktur dan sistemnya harus sama.
Bedanya 5S dan 5R (dengan padanan yang jelas)
Di bawah ini padanan yang umum dipakai di Indonesia:
- Seiri = Ringkas
memilah barang: yang perlu tinggal, yang tidak perlu keluar dari area kerja. - Seiton = Rapi
menata barang: setiap item punya “alamat” dan mudah dikembalikan. - Seiso = Resik
membersihkan sambil inspeksi: temuan kecil muncul sebelum jadi masalah. - Seiketsu = Rawat
standarisasi: standar visual, label konsisten, checklist sederhana. - Shitsuke = Rajin
disiplin: audit rutin, tindak lanjut, kebiasaan yang bertahan.
Perbedaan yang sering terjadi bukan pada arti, tetapi pada penekanan. Banyak tempat memakai 5R namun praktiknya berhenti di Ringkas–Rapi–Resik, sementara Rawat–Rajin sering tidak “diisi” dengan standar dan audit.
Kapan Sebaiknya Pakai 5S atau 5R di Laboratorium?
Pakai “5R” jika:
- Tim lab Anda lebih cepat paham dengan bahasa Indonesia yang sederhana.
- Anda ingin membangun budaya awal tanpa “istilah asing”.
- Program masih tahap pengenalan dan Anda ingin fokus ke kebiasaan dasar dulu.
Catatan penting: tetap pastikan “Rawat” dan “Rajin” diisi dengan standar dan audit, bukan sekadar slogan.
Pakai “5S” jika:
- Anda bekerja di lingkungan yang sudah familiar dengan Kaizen/Lean/Industrial Excellence.
- Anda ingin align dengan istilah pelatihan, audit internal, atau standar perusahaan grup.
- Anda akan membuat dokumen dan materi formal yang konsisten dengan referensi internasional.
Pakai “5R (5S)” bersamaan jika:
Ini pilihan paling aman untuk lab yang ingin “enak dipahami” sekaligus “rapi secara istilah”.
Contohnya di poster/standar:
5R (5S): Ringkas/Seiri, Rapi/Seiton, Resik/Seiso, Rawat/Seiketsu, Rajin/Shitsuke.
Hasilnya: tim operasional paham, tim audit juga paham.
Cara Menerapkan 5S/5R di Laboratorium (yang paling realistis)
Langkah 1: Pilih area pilot lab
Mulai dari area yang paling sering menghambat kerja:
- area timbang,
- sample receiving,
- lemari reagen,
- ruang alat & consumables.
Langkah 2: Terapkan Ringkas/Seiri dengan tegas
Buat aturan zona: area kritis bukan tempat titip barang. Gunakan red tag bila diperlukan.
Langkah 3: Tata Rapi/Seiton berbasis titik pakai
Buat “alamat barang”, label konsisten, dan aturan pengembalian.
Langkah 4: Resik/Seiso = bersih sambil inspeksi
Bersihkan area dan catat temuan (kebocoran, tumpahan berulang, label pudar, dll).
Langkah 5: Rawat/Seiketsu = standar visual sederhana
Foto kondisi ideal, format label, checklist ringkas.
Langkah 6: Rajin/Shitsuke = audit dan tindak lanjut
Audit singkat mingguan + evaluasi bulanan. Temuan wajib ditutup.
Risiko / Kekurangan / Hal yang Perlu Diwaspadai
- Risiko: 5R berhenti di “rapi dan bersih”
Solusi: isi “Rawat–Rajin” dengan standar visual, checklist, audit, dan tindak lanjut. - Risiko: 5S jadi istilah yang terasa jauh dari kerja harian
Solusi: gunakan padanan 5R di komunikasi harian, tapi tetap jaga struktur 5S dalam standar. - Risiko: Terlalu banyak label dan aturan sampai tim lelah
Solusi: standar harus sederhana dan mudah dipatuhi. Fokus pada area kritis dan item yang paling sering dipakai. - Risiko: Audit jadi formalitas
Solusi: temuan harus punya PIC dan due date. Audit berikutnya wajib cek status penutupan.
Tips Mengoptimalkan 5S/5R di Lab Dengan Benar
- Pilih istilah yang paling cocok untuk budaya tim (5S, 5R, atau gabungan).
- Jangan hanya bikin poster; buat sistem: alamat barang, label konsisten, checklist.
- Audit rutin lebih penting daripada “launching besar”.
- Jika temuan berulang, cari akar penyebab (layout, stok, kebiasaan kerja).
- Mulai dari area pilot, lalu replikasi saat sudah stabil.
Baca Juga : “5S di Laboratorium: Cara Terapkan Seiri sampai Shitsuke”
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
- Apakah 5S/5R aman digunakan di laboratorium?
- Aman. Ini metode penataan dan disiplin kerja. Pastikan penerapannya selaras dengan prosedur K3 lab dan aturan penyimpanan bahan kimia, sampel, serta limbah.
- Apa bedanya 5S dan 5R?
- Secara konsep, sama. 5S adalah istilah Jepang, 5R adalah padanan bahasa Indonesia. Perbedaan utama ada di cara penyampaian dan kebiasaan organisasi.
- Berapa lama efek 5S/5R terasa?
- Biasanya perubahan awal terasa dalam beberapa minggu di area pilot. Efek yang bertahan tergantung standar (Seiketsu/Rawat) dan disiplin audit (Shitsuke/Rajin).
- Siapa yang cocok menerapkan 5S/5R di laboratorium?
- Semua personel lab: analis, teknisi, PIC area, supervisor, QA/QC, dan admin. Paling efektif jika ada PIC area dan audit rutin.
Kesimpulan
“5S vs 5R di laboratorium pada dasarnya membahas metode yang sama untuk membuat lab lebih tertata, efisien, dan konsisten.
Dengan manfaat seperti mengurangi waktu mencari, menekan risiko salah simpan, dan meningkatkan stabilitas area,
Jika ingin hasil maksimal, pilih istilah yang mudah dipahami tim, lalu kunci dengan standar visual dan audit rutin.
Kalau kamu ingin 5S/5R di laboratorium tidak berhenti di slogan, fokuslah pada praktik yang benar-benar dipakai: alamat barang, label konsisten, checklist ringkas, dan audit yang menutup temuan. Untuk format praktik yang lebih terstruktur (zonasi, standar visual, audit 5S, sampai cara skoring), kamu bisa cek Pelatihan 5S di Laboratorium (2 Hari) di TrainingLaboratorium.


Pingback: 5S di Laboratorium: Cara Terapkan Seiri sampai Shitsuke - traininglaboratorium.com